bagaimana cara belajar agama islam di istana mulia ?
Pendidikan Agama Islam
Selasa, 02 April 2019
Kamis, 14 Maret 2019
Pendidikan Agama Islam Semester 2
Hikmah dan manfaat mujahadah,husnudzan dan ukhuwah
1. Manfaat dan Hikmah Mujahadah, Husnudzan dan Ukhuah
2. Mujahada ( Kontrol Diri) Husnudzan (Berprasangka Baik)
Ukhuwah (Persaudaraan)
3. Dalam bahasa Arab, ada kalimat ukhuwwah (persaudaraan),
ikhwah (saudara seketurunan) dan ikhwan (saudara tidak seketurunan). Dalam al
Qur’an kata akhu (saudara) digunakan untuk menyebut saudara kandung atau
seketurunan (Q/4:23), saudara sebangsa (Q/7:65), saudara semasyarakat walau
berselisih faham (Q/38;23) dan saudara seiman (Q/49;10). Al Qur’an bukan hanya
menyebut persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah), tetapi bahkan menyebut
binatang dan burung sebagai ummat seperti ummat manusia (Q/6;38) sebagai
saudara semakhluk (ukhuwwah makhluqiyyah). Ukhuwwah ada 4 macam yaitu : 1.
Ukhuwwah ‘ubudiyyah; persaudaraan karena sama-sama makhluk yang tunduk kepada
Allah. 2. Ukhuwwah insaniyyah atau basyariyyah, persaudaraan karena sama-sama sebagai
manusia secara keseluruhan. 3. Ukhuwwah wathaniyyah wa an nasab. Persaudaraan
karena keterikatan keturunan dan kebangsaan. 4. Ukhuwwah diniyyah, persaudaraan
karena seagama.
4. Contoh Perilaku Ukhuwah Islamiyah 1. Tolong menolong 2.
Senyum 3. Menyapa dan memberikan salam 4. Mendoakan saudaranya 5.
Bersilaturahmi
5. Manfaat dan Hikmah Ukhuwah Islamiyah 1 ) menumbuhkan
saling pengertian 2) menumbuhkansikap saling tolong-menolong, 3) menumbuhkan
sikap saling menghargai 4) akan melahirkan rasa persatuan dan kesatuan
6. Husnuzan secara bahasa berarti “berbaik sangka” lawan
katanya adalah su’uzan yang berarti berburuk sangka . Husnuzan adalah cara
pandang seseorang yang membuatnya melihat segala sesuatu secara positif,
seorang yang memiliki sikap husnuzan akan mepertimbangkan segala sesuatu dengan
pikiran jernih, pikiran dan hatinya bersih dari prasangka yang belum tentu
kebenaranya.
7. Macam – macan Husnudzan 1. Husnudzan terhadap Allah Yaitu
dengan cara berprasangka baik dengan apa yang telah ditakdirkan Allah 2.
Husnudzan terhadap diri sendiri Yaitu dengan cara percaya diri terhadap
kemampuan diri sendiri 3. Husnudzan terhadap sesama manusia Yaitu dengan cara
semua orang dipandang baik sebelum terbukti kesalahan atau kekeliruannya,
sehingga tidak menimbulkan kekacauan
8. Manfaat dan Hikmah Husnudzan 1. . Menumbuhkan perasaan
cinta kepada Allah 2. Menumbuhkan perasaan syukur kepada Allah atas segala
nikmat-Nya. 3. . Menumbuhkan sikap sabar dan tawakal. 4. . Menumbuhkan
keinginan untuk berusaha beroleh rahmat dan nikmat Allah 5. Al – afwu (pemaaf)
6. Ar – rahmah (kasih sayang) 7. At – ta’awwun (tolong menolong) 8. Al – islah
(damai)
9. Mujahadah ialah perjuangan yang mengandalkan unsur batin
atau kalbu. Seusai sebuah peperangan yang amat dahsyat, Rasulullah SAW menyampaikan
kepada para sahabatnya, Lalu beliau menjelaskan bahwa peperangan terbesar ialah
melawan diri sendiri, yakni melawan hawa nafsu. Dalambuku Ihya Ulum al-Din,
Imam Al-Gazali mengungkapkan, mujahadah satu jam lebih utama daripada beribadah
(formalitas) setahun. Ini artinya, mujahadah merupakan puncak pengabdian
seorang hamba kepada Tuhannya. Jihad, ijtihad, dan mujahadah, berasal dari satu
akar kata yang sama, yaitu jahada yang berarti bersungguh-sungguh . Jihad
adalah perjuangan sungguh-sungguh secara fisik; ijtihad perjuangan
sungguh-sungguh melalui pikiran dan logika; dan mujahadah merupakan perjuangan
sungguh-sungguh melalui kalbu
10. Penerapan Mujahada An-Nafs • Bersabar atau menyisihkan
waktu yang lebih lama untuk mengambil keputusan dari perbuatan yang akan
dilakukan. • Memikirkan akibat dari perbuatan yang kita lakukan. • Berdzikir
kepada Allah
11. Hikmah atau Manfaat dari Sikap Mujahadah an- Nafs -Dapat
meminimalisasi akibat negatif dari perbuatan yang dilakukan, karena
dipertimbangkan dengan matang. -Berusaha berbuat yang baik dan terbaik, sebaik
perbuatan itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah -Tidak cepat bereaksi
terhadap berbagai permasalahan yang timbul.
12. KISAH INSPIRATIF TEnTANG Ukhuwah
13. 1. Lawan dari sifat husnuzan ialah….. a. tercela d.
terpuji b. baik hati e. buruk sangka c. Akhlakul karimah
2. Maksud dari
Mujahadah ‘an-Anafs adalah …. a. Menahan hawa nafsu dengan mengontrol diri b.
Solidaritas antara sesama umat manusia c. Saling tolong menolong dalam kebaikan
dan taqwa d. Berjuang dijalan Allah dalam menegakan kebaikan e. Belajar dengan
sungguh-sungguh untuk masa depan
14.
3. Perintah Allah yang terkandung dalam QS Al-Anfal : 72
adalah untuk … a. Berhijrah dan berjihad b. Berjihad dan bersedekah c. Husnuzan
dan beramal shaleh d. Makan, minum dan berpakaian yang baik e. Akhlak terhadap
orang tua 4. Kita sebgai sesama umat yang beriman wajib untuk saling menghargai
dan menghormati sebgai mana dicontohkan oleh kaum Muhajirin dan Anshar terdapat
dalam Al- Qur’an surat …. a. Al-Anfal : 72 d. Al-Hujarat : 12 b. Al-Hujarat :
10 e. Al-Baqarah : 72 c. Al-Hujarat : 11
15. وَلََ تَََسَّسُوا .
5 …arti potongan ayat tersebut
adalah a. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang b. Dan janganlah saling
menggunjing c. Dan jangalah saling membunuh d. Dan janganlah saling menykiti e.
Dan janganlah saling buruk sangka
6. Orang-orang beriman itu sesungguhnya
bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu
itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Adalah terjemahan
Al-Qur’an surat…. a. Al-Anfal : 72 d. Al-Hujarat : 12 b. Al-Hujarat : 10 e.
Al-Maidah : 10 c. Al-Hujarat : 11
16. وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِِِمْ وَأَنْ فُسِهِمْ . 7 arti
dari potongan tersebut adalah….. a. berjihad dengan harta dan jiwanya b.
berjihad dengan ikut perang di jalan Allah c. berjihad dengan ilmu pengetahuan
d. berjihad dengan ilmu dan hartanya e. berjihd dengan jiwa dan hartanya
8.
Orang yang sering mencari aib saudaranya yang seiman dan seaqidah
diperumpamakan seperti… a. Memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati b.
Memakan daging yang telah busuk c. Memakan daging babi d. Menyakiti kedua orang
tuanya e. Menyakiti salah satu anggota tubuh yang lain ikut merasakan
17. Agama Islam adalah Agama yang sempurna
9. Sikap yang harus dikembangkan bagi seorang muslim
agar tercipta persaudaraan adalah …. a. Giat belajar setiap hari b. Peduli
terhadap lingkungan c. Rajin melakkukan silaturahmi d. Menghormati orang tua e.
Tidak memiliki sifat boros 10. Orang-orang yang hijrah bersama Nabi Muhammad
SAW disebut… a. Kaum Ansar b. kaum muhajirin c. Kaum Muslimin d. kaum Musyriin
e. Kaum mukminin
Minggu, 14 Oktober 2018
Pendidikan Agama Islam BAB 1
Pengetian Pengendalian Diri
Pengendalian diri atau kontrol diri (Mujāhadah an-Nafs) adalah menahan diri dari segala perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain, seperti sifat serakah atau tamak. Dalam literatur Islam, pengendalian diri dikenal dengan istilah aś-śaum, atau puasa. Dalam puasa juga akan dapat menahan hawa nafsu yang susah dilawan karna itu puasalah walaupun terpaksa karena dengan keterpaksaan akan menjadi ikhlas
Puasa adalah salah satu sarana mengendalikan diri. Hal tersebut berdasarkan hadis Rasulullah saw. yang artinya: “Wahai golongan pemuda! Barangsiapa dari antaramu mampu menikah, hendaklah dia nikah, kerana yang demikian itu amat menundukkan pemandangan dan amat memelihara kehormatan, tetapi barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah dia puasa, kerana (puasa) itu menahan nafsu baginya.” (HR. Bukhari) Jadi, jelaslah bahwa pengendalian diri diperlukan oleh setiap manusia agar dirinya terjaga dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt.
Allah Swt Berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰيُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Anfal:72)
Firman Allah Swt pada ayat di atas yang melukiskan bahwa kaum Muhajirin dan Anśar saling lindung-melindungi satu sama lainnya, sungguh mengagumkan. Itulah wujud dari persaudaraan. Lakukanlah pengamatan dan pembacaan terhadap buku-buku mengenai peristiwa hijrah tersebut.
Di sana kamu akan menemukan jawaban bahwa persaudaraan (ukhuwwah) akan menjadi salah satu sendi bagi munculnya peradaban baru dalam sebuah masyarakat baru yang disebut masyarakat Madani. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang perkasa adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perilaku yang Mencerminkan Sikap Pengendalian Diri (Mujāhadah an-Nafs)
1. Bersabar dengan tidak membalas terhadap ejekan atau cemoohan teman yang tidak suka terhadap kamu.
2. Memaafkan kesalahan teman dan orang lain yang berbuat “aniaya” kepada kita.
3. Ikhlas terhadap segala bentuk cobaan dan musibah yang menimpa, dengan terus berupaya memperbaiki diri dan lingkungan.
4. Menjauhi sifat dengki atau iri hati kepada orang lain dengan tidak membalas kedengkian mereka kepada kita.
5. Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah Swt. kepada kita, dan tidak merusak nikmat tersebut; seperti menjaga lingkungan agar selalu bersih, menjaga tubuh dengan merawatnya, berolahraga, mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, dan sebagainya.
5. Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah Swt. kepada kita, dan tidak merusak nikmat tersebut; seperti menjaga lingkungan agar selalu bersih, menjaga tubuh dengan merawatnya, berolahraga, mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, dan sebagainya.
Langganan:
Postingan (Atom)
